Minggu, 10 Mei 2015

Video lucu iklan anti merokok (yogyakarta)


Hai Sob, dibawah ini ada video dari temen ane yang beberapa waktu lalu searching2 di Youtube. Setelah ane lihat, video ini bikin ngakak terus gan, soalnya lucunya kebangetan.

Dengan tema Global Warming, Video ini dibuat oleh mahasiswa yang sangat peduli peduli akan lingkungan dengan tujuan untuk menyadarkan para perokok. 

Sebagaimana yang di jelaskan di video ini, bahwa asap rokok ternyata adalah penyumbang polutan yang lebih berbahaya daripada asap knalpot kendaraan. mari kita ikut selamatkan bumi dari global warming yang setiap hari semakin menghantui kita.

kalo penasaran langsung aja gan ditonton videonya dibawah ini... hehe :D
dijamin langsung ngakak..



Rabu, 06 Mei 2015

Laporan Pengaruh Media Tanam Terhadap Tanaman Cabe (Capsicum annum)

Disusun oleh:
Wiwid Septiyardi

XII IPA 3/16

SMAN 1 Jetis Bantul Yogyakarta
2010 – 2011

BAB I PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Meningkatnya harga kebutahan cabe dikalangan masyarakat tidak lepas dari menurunan produksi cabe itu sendiri. Hal ini dapat dikarenakan mengenai cara pengolahan tanaman cabe karena semakin menipisnya lahan pertanian.
 
Namun seringkali kita melihat abu ataupun sekam padi terbuang sia-sia. Dengan menggunakan media tanam abu sisa pembakaran tanaman padi yang sudah dipanen maupun sekam padi (kulit padi yang telah diambil berasnya) dapat mengatasi permasalahan lahan pertanian yang semakin berkurang.
 
Akan tetapi perlu dilakukannya penelitian pengaruh serta kandungan yang terdapat pada abu dan sekam padi tersebut untuk lebih mengetahui pengaruhnya terhadap tanaman cabe.

B. Rumusan Masalah 

1. Bagaimana pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan cabe?
2. Apakah perbedaan kecepatan tumbuh biji cabe yang menggunakan media tanam dengan tanah kebun?

C. Tujuan

1.Mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan cabe.
2.Mengetahui perbedaan kecepatan tumbuh biji cabe yang menggunakan media tanam dengan tanah kebun.

D. Manfaat 

1. Bagi petani : Dapat memanfaatkan media tanam lain untuk menggantikan tanah.
2. Bagi peneliti : Dapat mengetahui unsure-unsur dalam abu dan sekam terhadap pertumbuhan cabe.
3. Bagi siswa : Sebagai bahan belajar tentang pengaruh pertumbuhan terhadap media tanam.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Hari : Senin
Tanggal : 26 Juli 2010
Jam : 15.30 wib

A. Sekam Padi Sebagai Sumber Energi Alternatif 

Limbah sering diartikan sebagai bahan buangan/bahan sisa dari proses pengolahan hasil pertanian. Proses penghancuran limbah secara alami berlangsung lambat, sehingga limbah tidak saja mengganggu lingkungan sekitarnya tetapi juga mengganggu kesehatan manusia. Pada setiap penggilingan padi akan selalu kita lihat tumpukan bahkan gunungan sekam yang semakin lama semakin tinggi. Saat ini pemanfaatan sekam padi tersebut masih sangat sedikit, sehingga sekam tetap menjadi bahan limbah yang mengganggu lingkungan.

Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar.

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30% dari bobot gabah. Penggunaan energi sekam bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran untuk bahan bakar bagi rumah tangga petani. Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang harganya terus meningkat akan berpengaruh terhadap biaya rumah tangga yang harus dikeluarkan setiap harinya.

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem lingkungan. 
Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mengandung beberapa unsur kimia penting seperti dapat dilihat di bawah.

Komposisi kimia sekam padi menurut Suharno (1979) :
• Kadar air : 9,02%
• Protein kasar : 3,03%
• Lemak : 1,18%
• Serat kasar : 35,68%
• Abu : 17,17%
• Karbohidrat dasar : 33,71

Komposisi kimia sekam padi menurut DTC – IPB :
• Karbon (zat arang) : 1,33%
• Hidrogen : 1,54%
• Oksigen : 33,64%
• Silika : 16,98%

Dengan komposisi kandungan kimia seperti di atas, sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di antaranya:

• Sebagai bahan baku pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia furfural yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri kimia,

• Sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama kandungan silika (SiO2) yang dapat digunakan untuk campuran pada pembuatan semen portland, bahan isolasi, husk-board dan campuran pada industri bata merah, (c) sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.

Sekam memiliki kerapatan jenis (bulk densil)1 125 kg/m3, dengan nilai kalori 1 kg sekam sebesar 3300 k. kalori. Menurut Houston (1972) sekam memiliki bulk density 0,100 g/ ml, nilai kalori antara 3300 -3600 k. kalori/kg sekam dengan konduktivitas panas 0,271 BTU.

Untuk lebih memudahkan diversifikasi penggunaan sekam, maka sekam perlu dipadatkan menjadi bentuk yang lebih sederhana, praktis dan tidak voluminous. Bentuk tersebut adalah arang sekam maupun briket arang sekam. Arang sekam dapat dengan mudah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang tidak berasap dengan nilai kalori yang cukup tinggi. Briket arang sekam mempunyai manfaat yang lebih luas lagi yaitu di samping sebagai bahan bakar ramah lingkungan, sebagai media tumbuh tanaman hortikultura khususnya tanaman bunga.
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081110202957AA1CBsE

B. Manfaat Abu Sekam 

Abu sekam memiliki fungsi mengikat logam berat. Selain itu sekam berfungsi untuk menggemburkan tanah sehingga bisa mempermudah akar tanaman menyerap unsur hara di dalamnya. sehingga masih tetap terlu campuran media lain dalam media tanaman tersebut. bagus di campur dengan kompos. 

Sekam ada dua jenis yang dipakai untuk tanaman hias, pertama yang hangus 50% untuk media tanam atau dicampur, tapi untuk semai bibit, adenium missalnya kurang baik, kedua yang hangus 100% ini baik untk media atau campuran dan juga baik untuk semai, lebih steril, soal kelembaban saat membuat tidak perlu diperhatikan, tapi saat aplikasinya ketanaman asal jangan becek aja. semua tanaman bisa tumbuh baik dg sekam bakar, keuntungan pakai media tanama sekam bakar adalah steril, poros, banyak unsur hara, ringan untuk mobilisasi, tapi harganya terbilang mahal, karena proses pembuatanya memakan waktu dan bahan bakar yang banyak.

Juga, bahan organik dan merupakan kompos bagi tanah. yang namanya bahan organik itu berfungsi memperbaiki sifat tanah dan membantu mengikat unsur nitrogen, fospor, dan kalium (NPK) dalam tanah agar tidak lari kemana2 karena kalo unsut2 tsb lari, tanaman akan kekurangan. tanpa tanahpun dia akan berfungsi menahan unsur2 tadi, makanya tanaman bisa hidup jika ditanam di sekam atau abu sekam.

Tapi ingat, kandungan unsur hara sekam itu tak sebanyak yang ada di pupuk buatan, maka penggunaan yang terbaik adalah dengan mencampur antara kompos (misalnya sekam) dan pupuk buatan, dengan intensitas sesuai kebutuhan tanah.

Tahukah kalian:Ternyata abu sekam padi ini sangat kaya akan silica (Si) yang dalam oksidanya dikenal dengan silica dioxide. Sebenarnya penggunaan silica dalam dunia konstruksi khususnya teknologi beton sudah mulai dipakai sebagai bahan tambah. Hebatnya silica yang dari abu sekam padi ini tidak kalah dengan silica fume yang harganya cukup tinggi. Namun sayangnya, pertumbuhan tanaman padi dewasa ini telah berganti dengan pertumbuhan beton dan bata. Sehingga prospek usaha untuk pengembangan silica dari abu sekam padi akan semakin suram.

Dari penelitian yang dilakukan secara intensif sejak tahun 1997 hingga 2005, didapat kesimpulan akhir bahwa abu sekam padi ini sangat potensial digunakan dalam bidang geoteknik terutama untuk perbaikan tanah. Dengan sedikit memberikan sentuhan iptek pada proses pembakaran, kandungan silica yang dihasilkan dapat mencapai diatas 90%. Sunggung nilai yang fantastis bukan. Dari catatan, 1995-2001, produksi sekam padi di Indonesia adalah bisa mencapai 4 juta ton per tahunnya. Berarti abu sekam yang dihasilkan 400 ribu ton per tahun. Inikan bisa menjadi nilai bagi para petani padi, jika ia tahu akan manfaatnya. 
http://id.wikipediaa.com/329-sekam-padi-sebagai-sumber-energi-alternatif.html 

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan

A. Faktor Luar 

1. Air dan Mineral Þ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
2. Kelembaban.
3. Suhu Þ di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
4. Cahaya Þ mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat. 

Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap.
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. 

B. Faktor Dalam 

1. Faktor hereditas.
2. Hormon.
a. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
  • Membantu perkecambahan
  • Dominasi apikal 
b. Giberelin
(Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa).
Fungsi giberelin : 
  • Pemanjangan tumbuhan
  • Berperan dalam partenokarpi 
c. Sitokinin
(Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel).

d. Gas Etilen Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua

e. Asam Absiat

f. Florigen

g. Kalin 

Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
  • Rhizokalin
  • Kaulokali
  • Filokalin
  • Antokalin 
h. Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka. 
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0055%20Bio%202-3b.htm

BAB III METODE PENELITIAN

 

A. Objek

Tanaman cabe

B. Alat dan Bahan

1. Bekas wadah air mineral gelasan sebanyak pot 9 gelas.
2. Tanah kebun, abu, dan sekam.
3. Biji cabe 27 buah.
4. Mistar / alat tulis.
5. Takaran media tanam.

C. Prosedur Pelaksanaan

1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2. Mengisi 9 wadah air mineral dengan media tanam.


Pot A = 3 wadah air mineral diisi sekam
Pot B = 3 wadah air mineral diisi abu
Pot C = 3 wadah air mineral diisi tanah kebun
 

3. Menanam biji cabe pada pot masing – masing 3 biji.
4. Mengamati dengan mengukurnya selama 7 hari
.

Gambar Perlakuan :
Pot A
A1 A2 A3

Pot B
B1 B2 B3

Pot C
C1 C2 C3

Keterangan :
Deret pot A (A1, A2, A3) = abu
Deret pot B (B1, B2, B3) = sekam
Deret pot C (C1, C2, C3) = tanah

D. Variabel

1.Bebas - Banyak sedikitnya media tanam pada penanaman biji cabe.
2.Terikat - Pertumbuhan batang dan daun yang indicator tinggi batang, jumlah daun dan warna daun.
3.Kontrol - Biji cabe dengan menggunakan tanah kebun.

E. Rancangan Penelitian

1. Kelompok A - Pot A1, A2, A3 menggunakan media tanam sekam ½ gelas mineral.
2. Kelompok B - Pot B1, B2, B3 menggunakan media tanam abu ½ gelas mineral.
3. Kelompom C - pot C1, C2, C3 menggunakan media tanam kebun ½ gelas mineral.

F. Jadwal penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, kami melakukannya setiap tiga hari sekali yaitu pada hari,
1. Jum’at 30 Juli 2010
2. Senin 2 Agustus 2010
3. Kamis 5 Agustus 2010 
Pada setiap penelitian kami mencatat hasil dari pertumbuah tanaman cabe sehabis KBM selesai.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A. Tabel Pengamatan

Setelah melakukan sebuah percobaan, hasil dari pengamatan tinggi batang, jumlah daun serta warna daun pada tanaman cabe kita masuk kedalam sebuah table hasil pengamatan. Dan berikut hasil dari pengamatan tersebut.

Pot Biji Indikator
Tinggi Batang Jumlah Daun Warna Daun

Hari Hari Hari 
1 3 7 Rata 1 3 7 Rata 1 3 7

A1 1 2 3,1 3,1 2,825 2 2 2 2 hijau hijau hijau
 2 0,5 1,1 1,5 0,95 - - - - - - -

A2 1 3 3,8 4,3 2,35 2 2 2 2 hijau hijau Hijau
 2 - 3,7 3,6 3,35 - 2 2 1 hijau hijau Hijau

A3 1 2 3,1 3 2,775 2 2 2 2 hijau hijau Hijau
 2 - 1,4 1,5 1,45 - - - - - - -

B1 1 1 layu kering mati 2 - - 1 hijau layu mati
 2 - 1 mati 1 - - - - - - -

B2 1 1 mati mati mati 2 - - 1 hijau layu mati
 2 - 0,7 mati 0,7 - - - - - - -

B3 1 2 mati mati mati 2 2 - 2 hijau layu mati
 2 0,5 mati mati - - - - - - - -

C1 1 0,5 2 5 1,25 - - 2 - - - Hijau
 2 - 1,6 3,1 0,8 - - - - - - -

C2 1 3 5,4 3,3 4,2 2 2 2 2 hijau hijau hijau
 2 0,5 4 3,1 2,25 - 2 2 1 - hijau hijau

C3 1 1,5 5,1 5,5 3,3 2 2 2 2 hijau hijau hijau
2 1,5 3,1 3,5 2,3 - 2 2 1 - hijau hijau.

B. Grafik

Untuk lebih jelasnya mengenai perbandingan pertumbuhan tanaman cabe di setiap media tanam yang digunakan, maka kami sajikan grafik pertumbuhan sebagai berikut.




Gambar 1. Grafik tentang pertumbuahan tinggi tanaman cabe
Gambar 1.2. Gambar tentang jumlah daun pada tanaman cabe 
Keterangan :
1) Rata – rata tinggi batang pada,
  • Pot A
A 1 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 1,8875
A 2 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 2,85
A 3 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 2,1125
Rata – rata keseluruhan pada potA (A 1, A 2,A 3) adalah 2,283
  • Pot B
B 1 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 0,5
B 2 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 0,35
B 3 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang -
Rata – rata keseluruhan pada pot B (B 1, B 2, B 3) adalah 0,283 
  • Pot C
C 1 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 1,025
C 2 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 3,225
C 3 : rata – rata pertumbuhan tinggi batang 2,8
Rata – rata keseluruhan pada pot C (C 1, C 2, C 3) adalah 2,35 
2) Rata – rata jumlah daun pada,
  • Pot A
A 1 : rata – rata jumlah daun 1
A 2 : rata – rata jumlah daun 1,5
A 3 : rata – rata jumlah daun 1
Rata – rata keseluruhan pada potA (A 1, A 2,A 3) adalah 1,167 
  • Pot B
B 1 : rata – rata jumlah daun 0,5
B 2 : rata – rata jumlah daun 0,5
B 3 : rata – rata jumlah daun 1
Rata – rata keseluruhan pada pot B (B 1, B 2, B 3) adalah 0,67 
  • Pot C
C 1 : rata – rata jumlah daun -
C 2 : rata – rata jumlah daun 1,5
C 3 : rata – rata jumlah daun 1,5
Rata – rata keseluruhan pada pot C (C 1, C 2, C 3) adalah 1

C. Pembahasan

 

Abu
Menurut pendapat Sullivan, Ketika kayu terbakar, nitrogen dan sulfur hilang sebagai gas, dan kalsium, kalium, magnesium dan trace elemen senyawa tetap. The karbonat dan oksida yang tersisa setelah pembakaran kayu adalah agen pengapuran berharga, menaikkan pH, sehingga membantu untuk menetralkan tanah asam. Jadi, abu sangat baik untuk media tanam karena mengandung , berisi sebagian besar dari 13 nutrisi penting tanah harus pasokan untuk pertumbuhan tanaman. 

Namun factor di lapangan ketika kami melakukan penelitian tanaman cabe tidak dapat tumbuh subur dengan media tanam abu. Diduga kami terlalu sering melakukan penyiraman terhadapat tanaman tersebut karena ketika abu menjadi basah, itu kehilangan sifat-sifatnya menghambat. penggunaan terus-menerus abu dengan cara ini dapat meningkatkan pH tanah terlalu banyak, atau mengakumulasi kadar garam yang tinggi berbahaya bagi tanaman. 
 Sekam
Berdasarkan pendapat dari Suharno (1979) komposisi kimia sekam padi adalah Kadar air : 9,02%, Protein kasar : 3,03%, Lemak : 1,18%, Serat kasar : 35,68%, Abu : 17,17%, Karbohidrat dasar : 33,71.

Dengan komposisi kandungan kimia seperti di atas, sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di antara sebagai media tanam. Dan itu terbukti apa yang telah kami lakukan dilapangan. Tanaman cabe dengan media tanam sekam dapat tumbuh dengan subur dengan penyiraman yang kami lakukan.


BAB V KESIMPULAN

 

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian diatas maka kesimulan yang dapat ditarik, pengaruh media tanam abu bersifat penghambat pertumbuhan tanaman cabe yang mengakhibatkan tidak dapat tumbuh subur bahkan mati, hal ini dikarenakan media tanam abu tidak perlu terlalu sering disirami, karena apabila terlalu sering disirami maka abu akan kehilangan beberapa kandungan penting yang berguna untuk pertumbuhan.

Sementara itu media tanam yang paling bagus digunakan untuk menjadi solusi semakin krisisnya lahan pertanian adalah menggunakan media tanam sekam. Karena sekam padi memiliki unsure – unsure kandungan yang sangat bagus untuk media tanam salah satunya tanaman cabe.

Hal ini dibuktikan dengan perbandingan tinggi batang antara sekam padi, abu, dan tanah secara berturut – turut menunjukan sebagai berikut, 
Pot A :2,283
Pot B :0,283
Pot C :2,35

Sementara untuk perbandingan jumlah daun pun demikian,

Pot A : 1,167
Pot B : 0,67
Pot C : 1 

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa sekam padi jauh lebih bagus untuk digunakan sebagai media tanam dari pada abu, karena sekam padi memiliki tinggkat kesuburan pada tanah kebun.

LAMPIRAN

 

A. Lampiran 1

  • Hari 1 (Jum’at 30 Juli 2010)
A B C
  • Hari 3 (Senin 2 Agustus 2010)
A B C
  • Hari 3 (Kamis 5 Agustus 2010)
A B C 

B. Lampiran II

  • Dalam melakukan penelitian ini, yang pertama kami lakukan pada tanggal 25 Juli 2010 adalah melakukan perkecambahan terlebih dahulu.
  • Selanjutnya setelah tanaman cabe dapat berkecambah pada tanggal 30 Juli 2010, kami memindahnya kedalam pot yang telah diisi dengan media tanam yang berbeda (abu, sekam, tanah). Dan memulai melakukan perlakukan pada tanaman cabe tersebut.
  • Pada tanggal 31 Juli 2010 pada pukul 13.30 (sehabis KBM) kami melakukan penyiraman di setiap masing tanaman.
  • Senin, tanggal 2 Agustus kami mencatat hasil dari pertumbuhan tanaman cabe. Namun pada penelitian yang kedua ini, tanaman cabe pada pot dengan media tanam abu tidak dapat berkembang dan tampak layu di bandingkan dengan media tanam sekam.
  • Pada tanggal 5 Agustus 2010 kami melakukan penelitian yang ketinga. Dan pada penelitian tersebut kami mendapati bahwa tanaman cabe dengan media tanam abu sudah mati. Sementara media tanam sekam memiliki tingkat kesuburan hampir mendekati dengan tanah kebun.

Daftar Pustaka :

 

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081110202957AA1CBsE
http://id.wikipediaa.com/329-sekam-padi-sebagai-sumber-energi-alternatif.htm
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0055%20Bio%202-3b.htm

Selasa, 28 April 2015

Pengamatan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan Air Hydrilla (Hydrilla verticillata)

LAPORAN PENELITIAN BIOLOGI 

“Pengamatan Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan Air Hydrilla (Hydrilla verticillata)”


Disusun Oleh:
Laily Ulandaru (24/XII IPA 2)

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI I JETIS BANTUL YOGYAKARTA
Tahun Ajaran
2011/2012 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

   Suatu sifat fisiologi yang hanya dimiliki oleh tumbuhan ialah kemampuannya untuk menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman. Peristiwa ini hanya berlangsung jika ada cukup cahaya, oleh karena itu asimilasi karbondisebut juga fotosintesis. Jadi fotosintesis adalah suatu proses dimana zat-zat anorganik H20 dan C02 oleh klorofil diubah menjadi zat organik karbohidrat dengan pertolongan sinar, dan melalui perantara pigmen hijau daun (klorofil) yang terletak dalam organel kloroplas pada sitoplasma.

Proses fotosintesis itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah ketersediaan air, intensitas cahaya, konsentrasi CO2, temperatur, serta ketersediaan unsur. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh intensitas cahaya, konsentrasi CO2, serta temperatur terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata). Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CO2 pada penelitian ini digunakan NaHCO3 yang diketahui bahwa NaHCO3 berfungsi sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.

B.Rumusan Masalah

- Bagaimanakah pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
- Bagaimanakah pengaruh pemberian NaHCO3 terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
- Bagaimanakah pengaruh temperatur terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
- Bagaimanakah persamaan reaksi kimia pada proses fotosintesis? 

C.Tujuan 

- Mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata).
- Mengetahui pengaruh pemberian NaHCO3 terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata).
- Mengetahui pengaruh temperatur terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata).
- Mengetahui persamaan reaksi kimia pada proses fotosintesis.
 

D.Manfaat penelitian

1.Bagi Siswa
- Sebagai referensi untuk pembuatan laporan penelitian.
2.Bagi Masyarakat
- Memberikan sumbangan informasi kepada masyarakat tentang pengaruh intensitas cahaya, konsentrasi CO2, serta temperatur terhadap proses fotosintesis pada tumbuhan.
 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Fotosintesis pada Tumbuhan
Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini :





6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.

Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.
(http://www.wikipedia.org.id)

Klasifikasi Tumbuhan Hydrilla
Hydrilla verticillata (L. f.) Royle
Nama umum :
Indonesia     : Ganggang, ganggeng (Jawa)
Inggris         : Water thyme

Klasifikasi
Kingdom      : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi           : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas           : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub-Kelas     : Alismatidae
Ordo            : Hydrocharitales
Famili           : Hydrocharitaceae
Genus           : Hydrilla
Spesies         : Hydrilla verticillata (L. f.) Royle

Gambaran Tentang NaHCO3
Natrium Bikarbonat atau hidrogen karbonat atau asam karbonat dengan rumus kimia NaHCO3, adalah bahan kimia berbentuk kristal putih yang larut dalam air, yang banyak dipergunakan di dalam industri makanan/biskuit (sebagai baking powder), pengolahan kulit, farmasi, tekstil, kosmetika, pembuatan pasta gigi, pembuatan permen (candy) dan industri pembuatan batik.
Pada skala industri, natrium bikarbonat dapat diproduksi melalui reaksi antara natrium karbonat, air dan gas karbon dioksida : 

nNa2CO3 + H2O + CO2 2NaHCO3

Selain itu, natrium bikarbonat dapat pula dihasilkan dari reaksi antara natrium klorida (NaCl), ammonia (NH3) dan karbon dioksida (CO2).
NaHCO3 dapat membantu laju reaksi fotosintesis tanaman. Penambahan NaHCO3 memperbanyak gelembungnya karena ketika NaHCO3 berikatan dengan H2O menghasilkan CO2
NaHCO3 Na+ + HCO3- HCO3- H2O + CO2
CO2 dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis sebagai bahan utama ,yang reaksinya ;
 6CO2 + 6H2O + (SINAR MATAHARI)/KLOROFIL 6C6H12O6 + 6O2

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN


A. Lokasi dan waktu pelaksanaan 

- Waktu penelitian : Jum’at, 12 Agustus 2011 
- Tempat              : SMA N 1 Jetis
- Objek                : Tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata) 

B. Variabel penelitian 

-Variabel bebas : perbedaan perlakuan terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata) yang meliputi intensitas cahaya, konsentrasi CO2, serta temperatur.

-Variabel terikat : reaksi fotosintesis yang indikatornya berupa banyaknya gelembung yang dihasilkan.
 
-Variabel kontrol : tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata) yang ditempatkan di bawah cahaya matahari.


C. Alat dan bahan

a)Alat :
- Gelas kimia 500 ml
- Tabung reaksi
- Stopwatch
- Corong plastik
- Kawat penyangga
- Termometer 
  
b)Bahan :
- Tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)
- Air jernih
- NaHCO3
- Es batu

D. Langkah kerja

•Hydrilla + cahaya matahari
1.Menyiapkan alat dan bahan.
2.Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
3.Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
4.Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
5.Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
6.Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di bawah cahaya matahari.
7.Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan menit ke-15.
8.Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

•Hydrilla + cahaya matahari + NaHCO3
1.Menyiapkan alat dan bahan.
2.Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
3.Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
4.Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
5.Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
6.Memasukan NaHCO3 sebanyak 4 sendok ke dalam gelas kimia.
7.Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di bawah cahaya matahari.
8.Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan menit ke-15.
9.Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

•Hydrilla + cahaya matahari + es batu
1.Menyiapkan alat dan bahan.
2.Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
3.Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
4.Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
5.Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
6.Memasukan es batu yang suhunya 15ºC ke dalam gelas kimia.
7.Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di bawah cahaya matahari.
8.Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan menit ke-15.
9.Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

•Hydrilla + tanpa cahaya (tempat gelap)
1.Menyiapkan alat dan bahan.
2.Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
3.Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
4.Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
5.Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
6.Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di tempat gelap (tanpa cahaya matahari).
7.Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan menit ke-15.
8.Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil pengamatan

1.Tabel
Gambar 1. Tabel Pengamatan (klik untuk memperbesar)


 

 

 

 

 

 

B.Pembahasan


1.Hydrilla + cahaya matahari
  Pada percobaan pertama kelompok A, saat menit ke-5 dihasilkan 78 gelembung, saat menit ke-10 dihasilkan 68 gelembung, dan saat menit ke-15 dihasilkan 21 gelembung, sehingga rata-rata gelembung yang dihasilkan sebanyak 11,13. Jumlah gelembung pada menit ke-5 hingga menit ke-10 yang dihasilkan semakin sedikit, hal tersebut dikarenakan, semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis, tetapi cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil sehingga mengurangi kecepatan fotosintesis. Rata-rata gelembung yang dihasilkan pun lebih sedikit daripada percobaan kedua saat ditambahkan dengan NaHCO3.


2.Hydrilla + cahaya matahari + NaHCO3

  Pada percobaan kedua kelompok A, saat menit ke-5 dihasikan gelembung sebanyak 390, saat menit ke-10 dihasilkan 304 gelembung, dan saat menit ke-15 dihasilkan 314 gelembung, sehingga rata-rata gelembung dihasilkan pada percobaan kedua ini dihasilkan sebanyak 67,2. Jumlah gelembung rata-rata yang dihasilkan pada percobaan kedua ini didapat bahwa rata-rata gelembung lebih banyak dari percobaan pertama kelompok A. Hal tersebut dikarenakan, NaHCO3 pada proses ini berfungsi sebagai katalis, yaitu senyawa yang dapat menambah unsur CO2 di dalam air. Konsentrasi CO2 yang tinggi akan meningkatkan laju fotosintesis, sehingga dihasilkan banyak gelembung yang berupa oksigen. Karena itu pada percobaan kedua ini paling banyak dihasilkan gelembung.


3.Hydrilla + cahaya matahari + es batu

  Pada percobaan ketiga kelompok A, saat menit ke-5 dihasilkan gelembung sebanyak 13 gelembung, saat menit ke-10 gelembung yang dihasilkan turun menjadi 2 gelembung, dan pada saat menit ke-15 tidak dihasilkan gelembung. Hal tersebut dikarenakan pengaruh suhu dapat menghambat proses fotosintesis, sehingga temperatur yang rendah membuat laju fotosintesis berjalan lambat, karena itu, gelembung yang dihasilkan lebih sedikit.


4.Hydrilla + tanpa cahaya (tempat gelap)

  Pada percobaan keempat kelompok A, pengamatan proses fotosintesis Hydrilla ditempat gelap ini, dihasilkan data bahwa pada menit ke-5, menit ke-10, dan menit ke-15 tidak dihasilkan gelembung. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan Hydrilla tidak melakukan proses fotosintesis di tempat yang gelap sehingga tidak dihasilkan gelembung yang berupa oksigen. Karena, semakin rendah intensitas cahaya, semakin rendah pula ATP yang terbentuk, sehingga memperlambat laju reaksi atau bahkan tidak melakukan reaksi fotosintesis.

BAB V

PENUTUP


A.Kesimpulan

- Proses fotosintesis membutuhkan cahaya, karena jika tidak terdapat cahaya maka proses tersebut akan terhambat. Semakin tinggi intensitas cahaya semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga akan mempercepat fotosintesis. Sedangkan intensitas cahaya yang terlalu rendah akan memperlambat laju fotosintesis.

- Konsentrasi CO2 yang tinggi akan meningkatkan laju fotosintesis.

- Temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak enzim yang berperan dalam fotosintesis.

- Persamaan reaksi kimia fotosintesis :
6CO2 + 6H2O + energi cahaya - C6H12O6 + 6O2

B.Saran

- Memerlukan ketelitian dalam melakukan penelitian tersebut, khususnya dalam mengamati banyaknya gelembung yang dihasilkan.

- Memerlukan pemahaman terhadap materi yang berkaitan dengan penelitian sebelum memulai melakukan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA


•http://ilham-agt08.blogspot.com/2011/03/hydrilla.html
•Maryati, Sri, dkk.2007.BIOLOGI untuk SMA Kelas XII.Jakarta:Erlangga.
•Saktiyono.2008.SeribuPena BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XII.Jakarta:Erlangga.
•www.google.com
•www.wikipedia.org.id

Senin, 27 April 2015

Tips Eratkan Hubungan Keluarga di Akhir Pekan

ANDA wajib mengisi akhir pekan dengan kegiatan berkesan bersama keluarga setelah lima hari sibuk bekerja. Lantas, hal menarik apa yang biasa Anda lakukan untuk menjalin kedekatan dalam keluarga?
Sesungguhnya, Anda tidak perlu melakukan banyak hal rumit dan berlebihan untuk meningkatkan kualitas hubungan keluarga. Beberapa kegiatan sederhana justru lebih ampun dalam mempererat hubungan antara Anda dengan anak.

Berikut beberapa cara sederhana guna menjalin kedekatan dalam keluarga di akhir pekan, seperti dilansir Sheknows.

Mengawali hari dengan sarapan bersama

Hari libur akan jadi berkesan bila Anda memasak makanan kesukaan anak untuk sarapan. Sebelum memasak, Anda perlu bertanya kepada anak mengenai menu makanan apa yang ingin mereka santap di pagi hari. Anda tidak perlu menyediakan makanan yang terlalu mewah, namun cobalah memasak menu makanan sederhana yang mampu membahagiakan anak.

Ajak anak terbilat dalam kegiatan memasak

Bila anak masih kecil, Anda dapat mengajaknya terlibat dalam kegiatan memasak dengan memberinya tugas sederhana, seperti memintanya mengambilkan sendok, garpu, bahan makanan, atau hal lain yang dibutuhkan untuk memasak.

Bercerita tentang sebuah kisah dari novel atau yang lain

Storytime adalah cara yang tepat untuk meningkatkan kualitas hubungan antara orangtua dengan anak. Seusai makan atau di waktu senggang, Anda perlu mengumpulkan seluruh anggota keluarga kemudian mengajak mereka membaca sebuah kisah, baik itu fabel, mitos, dongeng, atau yang lainnya dari sebuah buku. Anda bisa menyuruh anak membaca kisah tersebut secara bergantian, kemudian biarkan mereka memilih dan berperan sesuai dengan tokoh yang disukai.

Jalan-jalan

Anda perlu mengajak anak jalan-jalan. Jalan-jalan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak, mengajak anak terbuka, dan lebih mengenal kepribadian anak. Sebab, anak-anak dapat secara spontan mengungkapkan apa yang mereka rasakan saat berjalan-jalan.

Menelepon atau mengirim pesan singkat/ e-mail

Bila hari libur Anda tetap dipenuhi dengan segudang tugas kantor, Anda perlu menghubungi anak di sela-sela kesibukan pekerjaan. Hal ini dapat Anda tempuh melalui beberapa cara, seperti menelepon atau mengirim pesan. Saat menelepon atau mengirim pesan, Anda perlu mengatakan mengenai betapa berartinya mereka di dalam hidup Anda.

Membuat kerajinan tangan

Anda bisa mengisi liburan dengan membuat sebuah kerajinan tangan bersama anak, seperti bingkai foto, lukisan, atau yang lainnya. Kegiatan ini dapat mempererat hubungan Anda dengan anak, serta turut meningkatkan kreativitasnya. (Okz/Git)

Research Methodology

The method is a way / procedure to systematically do / learn something. While the methodology is a study in learning the procedure / rules of a method. So the research methodology is a study to learn the rules / ways of conducting research.

The methods performed in a scientific research, namely:


1. determination of the principal variables
2. determination of population
3. Sampling techniques / sampling
4. methods & techniques of data collection
5. research instruments
6. data analysis


1. determination of the principal variables

 * Determining basic variables based on the formulation of hypotheses that have been made before.


2. determination of population

* Population is all good value from the results of a calculation or measurement, both quantitative and qualitative, of the particular characteristics of a group of objects that is clear and complete.
* The purpose of determining the population is to be able to determine the amount of samples taken from members of the population.


3. Sampling techniques:

* A sample is a member of the population taken by using certain techniques (sampling technique). Types of sampling techniques:


1. Random sampling (probability sampling), ie random sampling is done by lottery, ordinal (a random number table), or with the computer. Random sampling technique consists of four types, namely:


  • Simple Random Sampling (Simple Random Sampling)

The main feature of this technique is that each element of the overall population has an equal opportunity to be selected. How to use the lottery, ordinal, a random number table, or computer. The advantage is that members of the sample easily and quickly obtained. The disadvantage is that sometimes do not get complete data from the population.


  • Sampling Techniques Story (Stratified Sampling)

This sampling technique known as sampling technique layered, tiered, and petala. This technique is used when the population is heterogeneous or consist of a multilevel groups. Determining the level based on certain characteristics. For example: according to age, education, grade / rank, and so forth. This technique would be better if it comes with the use of proportional, so that each level is represented by a comparable amount. Equipped with a stratified proportional random is called proportional stratified random sampling. The advantage of using this way is a member of more representative samples taken. The disadvantage is the introduction of more onerous on the characteristics of the population.


  • Cluster Sampling Technique (cluster sampling)

Also called area sampling techniques, conditional sampling, or sampling restricted. This technique is used when the population spread in some regions, provinces, districts, subdistricts, and so on. On the map area are given plots and each plots are numbered. The numbers were then drawn at random to become a member of the sample. The advantage is a technique using B can take a large population spread across various regions and in its implementation easier and cheaper compared to other techniques. While the disadvantage is the number of individuals in each of these options are not the same and there may be a resident of a berpinda area to another area without the knowledge of researchers, so that residents become members of the duplicate sample.
  • Systematic Sampling Technique (Systematical Sampling)

This technique is actually a simple random sampling technique carried out ordinarily. This means that the sample members are selected based on a specific sequence. For example every multiple of 5 or 10 from a list of employees in an office. The advantage of this technique is faster and easier. While the disadvantage is sometimes less representative of the population.


2. Non-Random Sampling (Non-Probability Sampling), which is also called incidental sampling, ie not randomly sampling. Consisting of three types, namely:
  • Sampling Technique Incidentally (and accidental sampling)

Accidental sampling technique carried out when the election of members of the sample is carried out on people or things that happened there or encountered. The advantage of using this technique is inexpensive, quick and easy while the disadvantage is less representative.
  • Aiming Sampling Techniques (Purposive Sampling)

This technique is used when sample members are selected by khusuh based on objective research. For example for the investigation of traffic rules, only those who have a driver's license or no driver's license are made members of the sample. The advantage of this technique is cheap, fast, easy, and relevant to the purpose of research. While the disadvantage is not representative for general conclusions.
  • Quota Sampling Techniques (Quota Sampling)

This technique is used when members of the sample at a certain level of selected denganjumlah (quotas) with certain characteristics. This technique has advantages and disadvantages in common with the aim of sampling techniques.


The magnitude of the sample must be calculated based on the specific techniques that apply to the conclusion that the population can be accounted for.


4. Methods and Techniques of Data Collection

  • The scientific method is essentially a combination of inductive and deductive thinking. Hypotheses derived from the formula filing theoretical framework and the framework of deductive thinking, so to test that hypothesis can be accepted or not must be proven with existing data in the field.
  • Data collection techniques have methods are: observation, interviews, questionnaires, and documentation (valid documents that have been there before).

Data analysis

* The purpose of data analysis is to determine:
o what data still needs to be sought
o what needs to be tested hypotheses
o What questions should be answered
o What methods should be used to obtain new information
o and errors should be corrected
* The methods for analyzing the data, namely:
o The data reduction
o display data
o deduction and verification



reference:
Husaini Asman & Purnomo Setiadi Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, Bumi Aksara, Bandung, 1995.